Sikapi Pelemparan Sekolah, Camat Parangloe-Lurah Lanna Dorong Pengadaan CCTV dan Lampu Jalan

Suasana musrenbang tingkat kelurahan Lanna, Selasa (9/2/2021). Pengadaan CCTV dan lampu jalan jadi prioritas diusulkan oleh pihak camat dan lurah di musrenbang itu. (Foto : Ist)

STARNEWS.ID,GOWA— Pemerintah kecamatan Parangloe dan kelurahan Lanna, mendorong pengadaan CCTV di sekolah dan instansi. Langkah ini sebagai upaya menyikapi kasus pelemparan sekolah yang kembali marak belakangan ini.

Camat Parangloe, Mappatangka mengatakan, pengadaan CCTV ini telah dibahas dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) di tingkat kelurahan.  Selanjutnya akan dipertajam pada musrenbang tingkat kecamatan.

Bacaan Lainnya

“Baru saja tadi di musrenbang kita bahas soal CCTV ini. Saya bersama Lurah dan masyarakat mengusulkan pengadaan CCTV di semua instansi,” kata Mappatangka kepada wartawan usai menghadiri kegiatan musrenbang tingkat kelurahan Lanna, Selasa (9/2/2021).

Menurut Mappatangka, pengadaan CCTV ini memang diperlukan. Kata dia, keberadaan CCTV akan membantu jika terjadi tindak kejahatan yang terjadi di sekolah maupun kantor instansi khususnya di kecamatan Parangloe.

Terkait kasus pelemparan yang dialami SMP Negeri 1 Parangloe dan SMA Negeri 6 Gowa, sangat disesalkan oleh Mappatangka. Pasca kejadian pelemparan kedua sekolah itu mencuat, bekas Lurah Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong ini pun langsung berkoordinasi dengan aparat kelurahan, bhabinkamtibmas, babinsa dan lingkungan serta masyarakat untuk meningkatkan ronda pada malam hari.

“Kegiatan ronda kita giatkan dengan tujuan meningkatkan keamanan pada malam hari,” katanya.

Hal senada pun dilontarkan Lurah Lanna, Muhammad Amir. Selain pengadaan CCTV, di musrenbang Amir juga mengusulkan pengadaan lampu jalan.

Eks Lurah Kalegowa ini mengakui, kondisi sekitar kantor pemerintah dan sekolah pada malam hari memang cukup gelap sehingga butuh lampu jalan sebagai penerang. Amir mengaku telah mengidentifikasi titik yang harus dipasangi lampu jalan

“Lampu jalan ini nanti kita pasang di semua sudut lapangan. Sementara sekolah, kita rencanakan bagian depan dan belakangnya harus dipasangi lampu jalan,” terangnya.

Soal pengamanan, selama ini kata Amir tidak ada masalah. Pembinaan kepemudaan juga berjalan maksimal.

“Saya juga hampir tiap malam turun melihat kondisi anak muda yang ngumpul di sekitar lapangan. Mereka ini ngumpul disitu hanya sekadar mencari jaringan,” kata dia.

Meski demikian, pihaknya akan tetap melakukan pengawasan ketat. Apalagi informasi yang berkembang, ada warga dari luar kelurahan Lanna yang sering nongkrong di wilayahnya pada malam hari.

Dari pihak warga sendiri mendukung pengadaan CCTV dan lampu jalan. Imam Lanna, Muh Ikbal Rate berharap pengadaan CCTV dan lampu jalan bisa terealisasi sebelum bulan suci Ramadhan tahun ini.

“Butuh kesadaran dan tanggung jawab sosial dari semua pihak. Terutama peran orang tua untuk mengawasi anak-anaknya,” tandasnya mengomentari kasus pelemparan SMP Negeri 1 Parangloe dan SMA Negeri 6 Gowa.

Sementara itu, tokoh masyarakat Parangloe, Baharuddin Dg Sitaba mengungkapkan, peristiwa pelemaran sekolah telah mencoreng nama baik kecamatan Parangloe.

Dirinya pun mendukung upaya polisi mengusut tuntas kasus pelemparan itu.

“Boleh dikata ini kecolongan. Tapi apapun itu, hal ini tak boleh dibiarkan. Sebab, bisa menjadi contoh buruk ke depan. Karena itu, mari kita dukung polisi mengusut tuntas pelaku pelemparan SMP 1 Parangloe dan SMA 6 Gowa,” pungkasnya.(rus)


Pos terkait