Soal Isu Persulit Penyaluran Bantuan, Kepala BPBD Sulbar: Kemungkinan Ada Miskomunikasi

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar (kanan/pakai rompi) bersama Kapolda Sulbar, Irjen Eko Budi Sampurno (kiri) dan Kepala BPBD Sulbar, Darno Majid (baju oranye) meninjau lokasi terdampak gempa bumi di Kecamatan Ulumanda, Majene.

STARNEWS.ID, MAJENE — Di tengah upaya penanganan warga yang terdampak gempa magnitudo 6,2, beredar informasi penyaluran bantuan dipersulit. Kabar miring itu beredar melalui media sosial (medsos).

Terkait, Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar, Darno Majid menepis isu telah mempersulit penyaluran bantuan dengan beragam persyaratan kepada para warga terdampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Majene dan Mamuju.

Bacaan Lainnya

“Bila ada hal yang mempersulit, maka kemungkinan ada miskomunikasi,” kata Darno Majid, usai menyalurkan bantuan di wilayah terdampak bencana alam di Kecamatan Ulumanda, Majene, Rabu (20/1/2021).

Ia menegaskan, penyaluran bantuan kepada masyarakat Ulumanda disaksikan langsung Kepala Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), Dony Winardo dan Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar.

Bantuan berupa paket sembako serta kebutuhan balita itu disalurkan kepada para warga yang hingga kini masih berada di gang pengungsian.

“Kondisi wilayah Kecamatan Ulumanda terbilang salah satu daerah terdampak mengakibatkan rumah dan fasilitas pemerintah setempat ambruk diguncang gempa,” ungkap Darno.

Darno menegaskan, mempersulit penyaluran bantuan kebutuhan mendesak dalam keadaan kedaruratan tidak boleh terjadi.

“Dalam kondisi kedaruratan semuanya harus dipermudah pelayanan. Terkeculi urusan rehabilitasi rumah terdampak gempa, maka itu wajib mengikuti aturan yang berlaku,” terang dia.

Penanganan kedaruratan gempa Bumi di Sulbar kata Darno, juga telah mendapatkan apresiasi oleh Presiden RI, Joko Widodo saat bertandang ke Mamuju.

Karena itu, kata dia, semua pihak, pemerintah maupun relawan harus bahu membahu agar masyarakat segera kembali bangkit dari keterpurukan akibat bencana alam.

Peristiwa gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Majene-Mamuju, berkekuatan 6,2 Skala Richter ini menyebabkan 84 korban jiwa, ribuan luka,-luka serta meluluhlantakkan ribuan rumah warga yang ada di Majene maupun di Mamuju. (rilis)


Pos terkait