Survei Litbang MS, Elektabilitas AST-Aris Unggul 59,1 Persen

Pasangan peserta Pilkada 2020 Majene, Andi Achmat Syukri Tammalele-Arismunandar Kalma.

STARNEWS.ID, MAJENE — Survei tahap pertam elektabilitas kandidat peserta Pilkada 2020 Majene oleh Tim Litbang Mediasulawesi Barat (Litbang MS) telah usai. Dimulai tahap pertama, yakni sepanjang 1 September-14 Oktober.

 

Wawancara tatap muka tersebut tentu menjadi sampel guna mengukur seperti apa penilaian respon publik terhadap pilihan tepat yang layak didukung dari dua paslon yang berlaga di Pilkada Majene tahun ini.

Hasil analisis yang menyasar pemilih minimal berusia 17 tahun ke atas dengan mendatangi 1.000 respon di delapan kecamatan dari 82 desa dan kelurahan. Alhasil, 45 persen atau setara 450 orang responden menilai pasangan nomor urut dua Andi Achmat Syukri Tammalele-Arismunandar Kalma (AST-Aris) paling layak dipilih pada momentum Pilkada 9 Desember 2020.

Sementara pasangan nomor urut satu, Fatmawati-Lukman (Palu) merebut angka 25 persen atau setara 250 responden. Sedangkan responden yang sama sekali tidak memberikan tanggapan karena tidak punya pilihan di pilkada ini angkanya cukup besar yakni 30 persen atau setara 300 pemilih.

Selanjutnya, Tim Litbang MS kembali melakukan survey tahap kedua yang dimulai dari tanggal 15 Oktober-15 November 2020 dengan metode yang sama. Yakni melakukan jejak pendapat baik secara langsung maupun melalui telepon.

Hasilnya terungkap, telah terjadi pergeseran pemilih dibandingkan dari analisa survey tahap pertama edisi bulan yang lalu. Saat ini, ada hasil yang cukup menarik yakni pemilih mengambang atau undecided voters pada survei tahap pertama angkanya mencapai 30 persen. Kini jumlah pemilih ngambang hanya berkisar 9,4 persen saja.

Figur pasangan calon bupati dan wakil bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele bersama Arismunandar Kalma (AST-Aris) melambung tinggi dengan tingkat elektabilitas atau keterpilihan dari pemilih yang tersebar di delapan kecamatan dan 82 desa/kelurahan di Bumi Assamallewuang itu.

Calon penantang nomor urut dua dengan Visi Unggul-Mandiri & Religius mampu menguasai tingkat keterpilihan dengan membangun narasi politik pembaharuan. Sedangkan paslon nomor urut satu, Patmawati-Lukman dengan jargon “Lanjutkan MP3 (Majene Profesional-Produktif & Pro Aktif), gagal membendung isu politik identitas serta gagal meyakinkan responden atas narasi politik dengan jargon lanjutkan MP3.

Meski hasil jejak pendapat ini belum bisa dijadikan dasar bahwa pilihan responden itu tetap bertahan hingga proses pemungutan suara, akan tetapi hal ini menjadi gambaran umum dan sulit bergeser lagi dengan sisa masa pemungutan suara tinggal tiga pekan kedepan.

Penelitian survey tahap kedua pascadebat menunjukkan ada perubahan sikap pemilih. Pasangan nomor urut dua Andi Achmat Syukri Tammalele-Arismunandar Kalma (AST-Aris) lebih banyak menjatuhkan pilihannya selaku pemimpin paling layak dipilih, dengan raihan angka sebanyak 45 persen atau setara 450 orang responden tahap pertama kini menjadi 59,1 persen.

Sedangkan pasangan nomor urut satu, Patmawati-Lukman (Palu) juga mendapatkan respon terkait sosok yang layak dipilih di pilkada itu, hanya mampu merebut angka 25 persen atau setara 250 responden tahap pertama kini berada diangka 31,5 persen. Sedangkan responden yang sama sekali tidak memberikan tanggapan karena tidak punya pilihan di pilkada ini angkanya cukup besar yakni 30 persen atau setara 300 pemilih tahap pertama kini tersisa 9,4 persen saja.

Jumlah pemilih mengambang yang tersisa hanya sekitar 9,4 persen ini sepertiya tidak akan bisa merubah hasil akhir nanti. Elektabilitas pasangan nomor urut dua kini telah berada di angka aman, 59,1 persen. Dengan data ini, Insya Allah pasangan nomor urut dua pada proses pemilihan yang tinggal tiga pekan kedepan akan memenangkan perebutan suara mayoritas pada 9 Desember 2020. (*/dam)

Pos terkait