Syamsul Alam Mallarangeng : Kader Golkar Butuh Nakhoda yang Berpengalaman, Visioner dan Inovatif

STARNEWS.ID, MAKASSAR – Jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan, sebanyak sembilan Bakal Calon Ketua DPD I Golkar Sulsel. Salah satu diantaranya, Andi Syamsul Alam Mallarangeng.

“Saya bersyukur bisa ikut sebagai bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel dan telah mengikuti semua mekanisme yang berlaku. Keterpangglian saya sebagai kader untuk mengabdi mengembalikan kejayaan golkar sebagai lumbung suara nasional, Partai Golkar pada setiap event pemilu. Oleh karena itu, Musda X ini, harus bisa menemukan dan memilih pemimpinnya yang sesuai kebutuhan untuk bisa menjawab tantangan yang dihadapi ke depan,” kata Syamsul Alam Mallarangeng.

Bacaan Lainnya

Bagi politisi senior Partai Golkar, kalau partai beringin ini butuh figur pemimpin yang visioner innovatordan konsisten dengan doktrin karya dan kekaryaan.
Menurutnya, Golkar tidak mencari seorang ketua yang hanya tahu mengangkat dan memberhentikan orang dalam jabatan. Bukan juga, juraga yang hanya tahu hitung-hitungan berapa untung ruginya, yang bisa diperoleh untuk dirinya dan keluarganya.

Partai Golkar tidak membutuhkan ponggawa yang hanya tahu memerintah dan memetik hasilnya untuk kroninya. Apalagi bersifat majukan yang hanya tahu menyuruh dan memarahi pekerjanya tidak ada kebersamaan bekerja, sehingga kreatifias dan inovasi tidak akan pernah hadir karena hanya mengandalkan power kekuasaan belaka.

Bagi Syamsul Alam Mallarangeng, Partai Golkar kini butuh nakhoda atau kapten pilot yang berpengalaman, cerdas, visioner, inovatif dan berintegritas pribadi yang tinggi.

Kader Golkar merindukan sosok pemimpin partai yang mampu membawa golkar terbang tinggi jauh menjelajahi angkasa raya dan tiba ditujuan dengan selamat mengantar rakyat mencapai kesejahteraan yang berkeadilan.

Diakui Syamsul Mallarangeng, kalau pasti ditemui banyak tantangan,hambatan dan turbolensi yang dihadapi dalam perjalanan mencapai tujuan.

Namun tidak perlu dikhawatirkan karena Partai Golkar adalah partai yang sudah mapan dan mandiri dari eksistensinya yg sudah lebih setengah abad.

Aset SDM, kelembagaan, infrastruktur, dan sumberdaya lainnya sangat memadai. Golkar tidak lagi harus tergantung dan selalu bersandar dibawah kekuasaan atau genggaman pemilik modal.

Partai Golkar adalah partai kepunyaan rakyat bukaan milik golongan, kelompok atau klan-klan tertentu. Tidak ada yang menjadi pemilik rincik yang turun temurun secara perorangan.

Sertifikat milik Partai Golkar atas nama semua kader dan rakyat bukan klan tertentu, makanya golkar sangat demokratis, dan taat azas. Semua Kader nyaman bersaing secara demokratis dan elegan. Partai Golkar bukan juga partai yang padat modal tapi partai yang Padat Karya, yang selalu mengedepankan kebersamaan. Bahkan Ketua Umum Partai Golkar, Erlangga Hartarto sangat demokraris.

Oleh karena itu, kesempatan dalam Musda X ini, menghadirkan pemimpin yang betul-betul sesuai kebutuhan Partai Golkar. Pemimpin yang mengoptimalisasikan potesi dan sumberdaya yang dimiliki golkar, dengan memadukan dan menerapkan kepemimpinan yang cerdas, elegan dan yang diterimah oleh rakyat serta memiliki kapasitas diantaranya :

-Kepemimpinan yang bisa memadukan antara seni, ilmu, dan kearifan nilai budaya.

-Kemampuan tatakelola organisasi dan manajemen yang baik, benar dan modern

-Memiliki public trust (kepercayaan publik) sebagai modal utama membangun partisipasi masyarakat.


“Siapapun yang akan keluar sebagai Ketua DPD terpilh, saya serahkan sepenuhnya kepada pemilik hak suara di Musda. yakin semua kader akan menerima. Kalaupun ada riak-riak itu hanya bagian dinamika berdemokrasi,” tutupnya. (uba)

Terkait