Temukan Dugaan Kecurangan dalam Bantuan Pangan Non Tunai, Pengunjukrasa Desak Kadis Sosial Gowa Dicopot dari Jabatannya

Nampak pengukrasa menutup gerbang Kantor Bupati Gowa, yang menuntut Kadis Sosial mundur karena diduga mempermainkan bantuan. (foto ist)

STARNEWS.ID, GOWA –  Sejumlash elemen mahasiswa yang mengatasnamakan dari Persatuan Parlemen Jalanan  berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Gowa pada Kamis siang, (8/4/2021).  Mereka menuntut agar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa dicopot dari jabatannya, karena diduga terlibat permainan Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT.

Selain berorasi di gerbang Kantor Bupati Gowa, pengunjukrasa juga membakar bakar ban bekas, dan memblokade pintu masuk kantor. Mereka menutupnya menggunakan satu mobil pengangkut bahan bangunan roda enam. Dalam orasinya yang diteriakkan Bisma Indra, selaku Koordinator Aksi kalau Kadis Sosial diduga bekerjasama dengan UD Nawir.

Bacaan Lainnya

Tuntutan ini didasarkan hasil temuan  investigasi dan informasi yang diterima, dimana pada tahun 2020 tepatnya bulan Januari hingga Maret, bantuan berjumlah Rp150 ribu hanya dapat ditukarkan dengan 10 kilogram beras, ayam seberat 4 sampai 6 ons serta telur berjumlah 5 butir. 

Juga pada bulan April hingga September di tahun yang sama, dengan bantuan yang bertambah menjadi 200 ribu. Namun warga hanya mendapatkan beras 10 kilogram, telur 30 butir serta ikan kaleng yang berjumlah 2 sampai 4 kaleng, dengan berat hanya 155 hingga 180 gram per kaleng.

Inilah spanduk yang dibentangkan para pengunjukrasa di depan Kantor Bupati Gowa, yang menuntut Kadis Sosial setempat dicopot dari jabatannya. (foto ist)

Bahkan dari hasil investigasi, kalau sebagian bantuan tersebut tidak layak untuk di konsumsi. Sementara pada bulan Oktober sampai dengan bulan Desember/ bantuan yang diterima masyarakat sebesar 200 ribu, hanya dapat ditukarkan dengan beras 10 kilogram/ apel 5 buah dan telur 30 butir yang sebagian telah membusuk.

Nah, dari sejumlah hasil temuan ini, pengunjukrasa menuntut Kepala Dinas Sosial setempat segera d copot dari jabatannya,  lantaran diduga telah melakukan permainan dengan suplier. Mereka diduga melakukan mark up harga barang, yang dianggap telah merugikan negara terlebih lagi masyarakat yang menerima bantuan tersebut. 

Aksi unjuk rasa ini sempat diwarnai aksi saling dorong dengan pihak kepolisian dari Polres Gowa, yang mengawal aksi tersebut.

Sementara itu, Kadis Sosial Gowa yang coba dikonfirmasi lewat telepon dan WhatsApp, tidak memberikan klarifikasi terkait tuntutan mahasiswa tersebut. Hingga kini, belum ada jawaban dari Kadis Sosial, untuk menanggapi apa yang dituduhkan kepadanya. (*/uba)

 

 


Pos terkait