Terapkan Prokes, Pilkades Serentak di Enrekang Tiru KPU

Ketua KPU Enrekang, Haslipa memaparkan pelaksanaan Prokes dalam tahapan Pilkada 2020 di pendopo Rujab Bupati Enrekang, Rabu (9/6/2021).(Foto : Zaeni Salloko)

STARNEWS.ID,ENREKANG— Pemkab Enrekang akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak tahun ini.

Pilkades serentak yang dijadwalkan pada bulan Oktober 2021 mendatang itu  dipastikan akan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Bacaan Lainnya

Kepala DPMD Enrekang, Zubaedah Bando menjelaskan, persiapan pelaksanaan Pilkades serentak terus dimatangkan. Terutama terkait penerapan protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran Covid-19.

Ia mengungkapkan, pelaksanaan tahapan Pilkades serentak akan mencontoh pada prokes yang diterapkan KPU Enrekang di Pilkada 2020 lalu.

“Tahapan Pilkada 2020 yang telah menggunakan standar penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) tentu akan menjadi pembanding dan referensi bagi kami dalam penyusunan tahapan Pilkades 2021,” kata Zubaedah dalam kegiatan presentasi tahapan Pilkada 2020 oleh KPU Enrekang di pendopo Rujab Bupati Enrekang, Rabu (9/6/2021).

Menurut dia, standar Prokes yang diterapkan KPU Enrekang dalam tahapan Pilkada 2020 lalu siap dijadikan pembanding dengan Permendagri No. 72 tahun 2020 yang mengatur secara khusus pelaksanaan Pilkades di tengah Covid-19.

“Point-pointnya akan segera dituangkan dalam Peraturan Bupati yang mengatur secara teknis pelaksanaan Pilkades,” tambahnya.

Ketua KPU Enrekang, Haslipa dalam kegiatan itu memaparkan, tahapan Pilkada yang berlangsung tahun 2020 lalu sepenuhnya telah menggunakan standar protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

“Pada tahun 2020 lalu, penyelenggaraan Pilkada berlangsung di tengah pandemi Covid-19, namun demikian agenda lima tahunan tersebut berhasil dilaksanakan dengan baik oleh KPU,” ucapnya.

Pada perhelatan tersebut, lanjut dia, KPU melaksanakan semua tahapan dengan menggunakan regulasi yang telah dimodifikasi sedemikian rupa berdasarkan ketentuan protokol kesehatan. “Wujud hasil modifikasi tersebut kemudian dituangkan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU),” terangnya.

Kordiv Hukum dan Pengawasan KPU Enrekang, Baharuddin menambahkan, dalam proses pemungutan suara di TPS, ada beberapa hal baru yang menjadi perhatian khusus bagi petugas KPPS.

“Yaitu batas maksimum jumlah pemilih di TPS adalah 500 orang, menggunakan masker, menggunakan sarung tangan, jaga jarak minimal 1 meter, tidak bersalaman, menggunakan pelindung wajah, mencuci tangan, membawa alat tulis sendiri, menyiapkan tinta tetes, menyiapkan tissue kering, menyiapkan alat pengecek suhu tubuh, menyiapkan bilik khusus dan melakukan penyemprotan desinfektan secara berkala di TPS,” papar Baharuddin.

Sekretaris Daerah Enrekang, H. Baba mengharapkan agar semua tahapan Pilkades 2021 bisa berjalan lancar dan sukses.

“Instrumen Pilkades sebagaimana yang tertuang dalam Permendagri dan Peraturan Daerah sudah cukup lengkap, apalagi sudah ada pembanding dari KPU sehingga tinggal dikomparasikan namun tetap memperhatikan rambu-rambu batasan regulasi yang ada,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, Kapolres Enrekang, AKBP Andi Sinjaya juga memberikan penekanan bahwa pihak kepolisian siap mengamankan kontestasi Pilkades tersebut. Demikian halnya Dandim 1419 Enrekang.(Zaini).


Pos terkait