Terisolir, Warga Ulumanda-Malunda Perlu Penanganan Serius

Anggota DPRD Sulbar, Mulyadi Bintaha.

STARNEWS.ID, MAMUJU — Duka mendalam atas musibah genpa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Majene-Mamuju juga dirasakan anggota DPRD Sulbar, Mulyadi Bintaha.

Puluhan jiwa melayang serta tak sedikit bangunan, bahkan kantor gubernuran Sulbar rusak berat akibat gempa magnitudo 6,2 yang mengguncang Sulbar, terutama di Mamuju dan Majene.

Bacaan Lainnya

Gempa juga memporakporandakan wilayah Ulumanda dan Malunda di Maiene. Terkait hal itu, Mulyadi Bintaha mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar, agar melakukan penanganan serius. Khususnya di daerah terisolir yang terdampak bencana alam gempa bumi.

“Masih banyak warga Ulumanda dan Malunda yang terisolir, sehingga menyulitkan proses distribusi bantuan. Pemerintah harus fokus agar daerah terpencil ini ditangani secara serius,” katanya.

Mulyadi yang juga kader Golkar dari daerah pemilihan Kabupaten Majene itu juga menitip pesan agar warga Malunda dan Ulumanda bisa bersabar dan kembali bangkit dari keterpurukan ini.

Diketahui sebelumnya, gempa magnitudo 6,2 mengguncang Kabupaten Majene dan sekitarnya pada Jumat (15/01/2021).

Mulyadi yang juga ketua PGRI Sulbar mengatakan, penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama dan harus dilakukan melalui kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan swasta.

“Kita minta kontraktor yang tengah membangun infrastruktur di sekitar Sulbar untuk membantu penanganan tanggap darurat. Dua kabupaten di Sulbar perlu perhatian khusus guna membantu proses pembersihan puing-puing bangunan dan penangan pascamusibah,” harap dia.

Sebelumnya, bentuk upaya penanganan darurat bencana gempa di Sulbar, Kementerian PUPR telah mengerahkan alat berat untuk memulai pembersihan puing-puing bangunan di Kabupaten Mamuju dan Majene yang kondisinya paling parah.

Alat berat yang telah dikerahkan berupa 9 ekskavator, 1 unit backhoe loader, 1 unit dozer, 1 unit tronton, 5 unit dump truck, dan 1 unit mobil crane.

Juga mengerahkan sarana dan prasarana air bersih dan sanitasi bagi pengungsi dan masyarakat terdampak, mencakup 6 unit mobil tangki Air, 30 unit tangki air, 1 unit mobil toilet, dan 10 unit tenda darurat.

Langkah lanjutan adalah audit kerusakan bangunan dan infrastruktur, terutama kantor pemerintahan dan fasilitas publik seperti rumah sakit, pasar dan infrastruktur pendukung perkotaan dan irigasi. Hasil audit akan menjadi data untuk program penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk mempercepat pemulihan ekonomi di Sulbar. (*/dam)


Pos terkait