Tersangka Penghina Penguasa dan SARA Diringkus

Polisi memperlihatkan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan tersangka. (foto ist)

STARNEWS.ID, JAKARTA – Berdasarkan LP/A/0290 Bareskrim khususnya Direktorat Siber melakukan penangkapan dan penahanan terhadap tersangka an. Alimuddin Baharsyah als AL (33) pada Jum’at, 3 April 2020 pukul 20. 30 Wib di sebuah rumah yang terletak di Cipinang, Jakarta Timur dengan tuduhan telah melakukan tindakan kejahatan berupa penghinaan pada penguasa dan juga SARA.

Sebelumnya tersangka telah dilaporkan atau dimonitoring sejak tahun 2018 berkaitan dengan postingan-postingan ataupun video-video yang mengandung unsur pidana. Catatan kejatahan yang dilakukan AL, pertama, pernah terlibat kejahatan yang sama pada tahun 2019 dan dilaporkan oleh penyidik Bareskrim, kedua pada Februari 2020 terdapat laporan dari seseorang di Polda Jawa Barat tentang kegiatan yang dilakukan oleh tersangka dan pada bulan April 2020 terdapat laporan di Bareskrim Polri terkait kegiatan yang sama.

Tersangka memposting ataupun memviralkan konten-konten, video yang berkaitan dengan penghinaan terhadap penguasaan serta mengandung unsur SARA dan diskriminasi ras dan etnis pada beberapa akun pribadinya yaitu, twitter @Alibaharsyah007, Facebook Ali Baharsyah, Instagram Ali Baharsyah dan YouTube Ali Baharsyah.

Selain AL pada saat penangkapan turut serta diamankan 3 orang rekannya yang berada pada TKP yaitu, HAF (39), KH (24) dan AAP (20) yang masih dalam pemeriksaan intensif dan masih berstatus sebagai saksi.

Beberapa barang bukti yang didapatkan dari 3 rekan AL yaitu:
1) 4 unit HP
2) 3 unit modem
3) 104 keping DVD
4) 11 unit hard disk
5) 5 unit memory card
6) 5 unit flash disk
7) 1 unit laptop
8) 1 unit camera
9) 2 unit tripod
10) 1 unit cost recorder
11) 2 buah KTP
12) 1 buah buku
13) 1 lampu sorot
14) 1 kemeja warna pink
15) 1 blezer hitam
16) 1 topi abu-abu

Barang bukti yang telah dilakukan penyitaan dan pemeriksaan oleh laboratorium forensik digital ditemukan beberapa file video yang mengandung unsur pornografi.

Modus operandi yaitu, yang bersangkutan melakukan pembuatan video yang mengandung unsur SARA, diskriminasi etnis dan ras, berita bohong dan penghinaan terhadap penguasa, yang kemudian diposting oleh tersangka dan juga disebarkan / diviralkan melalui akun media sosialnya atau grup yang ada.

Dari hasil pemeriksaan motif tersangka adalah menyebarluaskan paham yang diyakininya, yakni beberapa paham yang bertentangan hingga paham yang sedang dilakukan pendalaman untuk dilakukan analisa terkait kepahaman tersebut.

Atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 28 Ayat (2) UU ITE, Pasal 16 Jo Pasal 4 Huruf b Angka 1 UU No. 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, Pasal 207 KUHP tantang Penghinaan Terhadap Penguasa dan Badan Umum dan Pasal berlapis terkait UU Pornografi. (rilis/star1)

Terkait