Terungkap, MI Nekat Bunuh Diri Lantaran Kecewa Tidak Dibelikan Motor

Didampingi Kasubag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan dan Kacabdis Wilayah II Disdik Sulsel, Fitri Ari Utami saat konpers di Mapolres Gowa, Selasa (3/11/2020), Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Jufri Natsir menunjukkan barang bukti berupa racun rumput yang digunakan MI untuk bunuh diri.

STARNEWS.ID, GOWA — Motif di balik kematian siswi SMA Negeri 18 Gowa, MI (16 ) terungkap. Rupanya, ia kecewa lantaran ada keinginannya yang tak dikabulkan orang tuanya.

“Setelah melakukan penyelidikan secara mendalam, ditemukan fakta bahwa MI nekat minum racun karena kecewa permintaannya untuk dibelikan motor tak dikabulkan oleh orang tuanya,” ungkap Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Gowa, AKP Jufri Natsir saat konferensi pers (Konpers) di Mapolres Gowa, Selasa (3/11/2020).

Didampingi Kasubag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan dan Kacabdis Pendidikan Wilayah II Disdik Sulsel, Fitri Ari Utami saat konpers perkembangan kasus bunuh diri tersebut, Jufri menuturkan, motif kekecewaan remaja Desa Bilalang, Kecamatan Manuju itu terungkap berdasarkan hasil keterangan dari sembilan saksi yang diperiksa penyidik Sat Reskrim Polres Gowa.

Para saksi itu antara lain orang tua korban, tante korban, wali kelas, guru kurikulum, kepala sekolah. Juga sejumlah rekan korban.

Begitupun penelusuran terhadap isi telepon genggam MI. Tak ditemukan adanya fakta dari isi obrolan korban yang mengarah terkait hubungan asmara maupun proses belajar secara dalam jaringan (daring).

“Yang pasti terkait dugaan awal korban meninggal dunia disebabkan karena adanya beban berat akibat belajar daring adalah tidak benar,” terang Jufri.

Di kesempatan itu, Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel Wilayah II,  Fitri Ari Utami pada menjelaskan bahwa SMA Negeri 18 Gowa selama ini tidak melakukan pembelajaran daring (online).

Alasannya, karena akses jaringan internet yang suli5 di wilayah kecamatan Manuju. Sehingga, proses belajar dilakukan secara luar jaringan (luring). Yaitu, dengan menggunakan modul yang dibagikan oleh masing-masing guru mata pelajaran kepada setiap siswa.

“Hasil jawaban siswa kemudian dikirim dalam bentuk tulisan yang selanjutnya diserahkan kembali ke pihak guru,” jelas Fitri.

Sebelumnya juga dikabarkan, MI kerap berhalusinasi sebelum akhirnya memutuskan untuk bunuh diri.

Dari keterangan orang tua korban, MI sering bermimpi aneh. Dalam mimpinya, Ia melihat dirinya dimandikan di atas keranda mayat. (rus/dam)


Pos terkait