Terungkap Sebagai Warga Negara Asing, Imigrasi Amankan Petugas SPBU

Suasana saat Imigrasi menggelar jumpa pers terkait pengungkapan WNA yang bekerja sebagai petugas SPBU. (foto ist)

STARNEWS.ID, MAKASSAR – Tim Intelijen Keimigrasian Kantor Imigrasi (Kanim) Makassar mengamankan seorang perempuan WNA pada tanggal 24 Maret 2021 di sebuah SPBU daerah Gowa. Tim bergerak setelah mendapat informasi akurat bahwa ia merupakan WN Filipina yang pernah menikah dengan seorang WNI asal Gowa.

Demikian disampaikan Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulawesi Selatan Dodi Karnida dalam keterangan pers di Media Center Kanim Makassar, Jumat, 23/4/2021. Ia didampingi Agus Winarto Kakanim Makassar dan Rachmat Ardiyanto Kasi Inteldakim serta menampilkan deteni atas nama Nursima perempuan WN Filipina.

Bacaan Lainnya

Dodi menjelaskan bahwa kedua orang tua deteni tersebut ialah WN Filipina yang merantau ke Kotakinabalu di Sabah, Malaysia Timur sehingga ia dilahirkan di Tuaran-Kotakinabalu dan diberi nama Nursima. Ketika masih usia belia, ia dibawa pulang ke kampungnya di Filipina Selatan dan kemudian bersekolah sampai SMP walaupun tidak tamat karena kembali ikut orang tuanya ke Kotakinabalu. Ketika akan sekolah, ia didaftarkan sebagai Elina Binti Rey Bin Muda sedangkan ibunya Sabereng Kasaran yang keduanya merupakan WN Filipina.

Ketika tinggal kembali di Kotakinabalu, berkenalan dengan seorang TKI asal Gowa dan kemudian menikah di Gowa beberapa tahun lalu. Namun setelah memiliki seorang anak laki-laki, mereka bercerai. Oleh karena ia sudah lama tinggal di Gowa dan memiliki banyak kenalan, maka ia bisa mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan pada SPBU di daerah Gowa.

Menurut pengakuannya, ketika ia masuk wilayah Indonesia ia dibawa calon suaminya dari Kotakinabalu ke Tawau dan kemudian menyeberang laut ke daerah yang tidak ia kenal, kemudian naik kapal beberapa malam, tiba di pelabuhan besar dan kemudian sampai di rumah keluarga calon suami. Saat itu ia hanya membawa Surat Lahir dari Jabatan Pendaftaran Negara (JPN/Dukcapil Sabah).

“Lolosnya ia masuk ke wilayah kita karena garis pantai kita yang sangat panjang sehingga banyak jalur untuk masuk secara illegal. Adapun terkait KTP yang sudah dimilikinya, kami masih melakukan pendalaman. Yang jelas bahwa Konsulat Jenderal Filipina di Manado sudah menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (Travel Dokumen) untuk ia pulang ke Filipina namun masih terkendala penerbangan yang masih belum ada sehingga tidak ada yang menjual tiket penerbangan,” Kata Dodi.

Terkait dengan kegiatan keimigrasian saat ini, Dodi menyampaikan bahwa dalam target kinerja tahun 2021 meliputi Pelayanan Kemudahan Memohon Paspor (Eazy Passport) yang sudah dan akan terus dilakukan oleh Kanim Makassar, Parepare dan Palopo seperti sudah dilakukan pelayanan paspor di Gedung Kalla Grup, Kantor Garuda, Kantor BPK Makassar dan di Masjid Agung Watampone Bone serta Kantor Pertambangan Vale di Soroako-Luwu Utara. Kami melakukan jemput bola, mendatangi para pemohon paspor.

Untuk target kinerja Pengembangan Penegakkan Hukum Dodi menyatakan bahwa operasi pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing akan terus dilakukan seperti operasi terhadap para pengungsi pengendara motor tanpa SIM.

“Tahun 2021 kami sudah mendeportasi 2 orang perempuan dan seorang laki-laki Malaysia, mendetensi 3 orang WN Srilanka dan seorang WN Thailand serta seorang yang mengaku sebagai WN Arab Saudi. Pria asal Timur Tengah itu kami tangkap Kamis malam (23/4/2021) dalam operasi Ramadhan di suatu apartemen. Tindakan terhadap pengungsi tanpa SIM, sudah diamankan beberapa motor,”pungkas Dodi. (*/uba)


Pos terkait