Tidak Jelas Capaiannya, Program Revolusi Hijau Dinilai Gagal

STARNEWS.ID, MAJENE — Salah seorang tokoh masyarakat (tomas) yang menjadi Juru Kampanye (Jurkam) pasangan calon nomor urut dua, Andi Achmad Sukri Tammalele – Arismunandar Kalma (AST-ARIS), Syamsuddin Ahmad, menyinggung kegagalan program Revolusi Hijau yang dicanangkan pemerintah daerah selama empat tahun terakhir.

“Program Revolusi Hijau kurang jelas capaiannya. Padahal kegiatan revolusi hijau menghabiskan anggaran yang besar. Maka dari itu, perlu ada perubahan dalam mengawal nasa depan Majene” kata Jurkam AST-Aris. Syamsuddin Ahmad saat mengikuti rangkaian kampanye dialogis Paslon AST-Aris di Lingkungan Pa’leo, Sabtu (7/11/2020).

Menurutnya, program Revolusi Hijau ini salah sasaran karena yang terlihat hijau hanya gedung-gedung sekolah, kantor pemerintahan dan termasuk pagar rumah-rumah warga.

Seharusnya kata dia, program revolusi hijau ini bisa dianggap berhasil apabila tingkat produksi dan produktivitas hasil pertanian mengalami peningkatan dari capaian tahun sebelumnya.

Karena itu kata Syamsuddin, masyarakat harus menyambut gembira pesta demokrasi pemilihan kepala daerah atau Pilkada Majene 9 Desember tahun ini.

“Hanya ada dua pasangan calon yang akan kita pilih. Saya sarankan agar kita tidak jatuh ke lubang yang sama. Caranya, pilih pasangan calon nomor urut dua AST-Aris, untuk mewujudkan cita-cita kita yakni menghadirkan perubahan untuk kemajuan daerah,” katanya.

Figur Arismunandar Kalma kata dia, merupakan calon tepat yang layak kita dukung. Apalagi, karakteristik jiwa kepemimpinan tentu lebih dimiliki pasangan calon nomor urut dua AST-Aris, dibandingkan pasangan calon yang lainnya. (*/dam)


Pos terkait