Tim Resmob Polres Pinrang, Tangkap Pembunuh Ibu dan Anak di Pinrang

Tim Resmob Polres Pinrang meringkus pelaku, AS (19) yang bekerja sebagai tukang galon

STARNEWS.ID, PINRANG– Warga Pinrang di Jalan Kijang Kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang digegerkan adanya dugaan pembunuhan seorang Ibu dan anak yang ditemukan meninggal dunia bersimbah darah di kamar kosnya, Minggu (27/6/2021) pagi.

Polisi memasang garis polisi, di tempat kejadian perkara (TKP) dan olah TKP

Kurang dari 3 jam setelah korban ditemukan, Tim Resmob Polres Pinrang berhasil meringkus Pelaku yang diduga kuat melakukan pembunuhan kepada korban Sri Irmawati Nur dan Anaknya.

Bacaan Lainnya

Informasi yang dihimpun Pelaku AS (19) adalah pengantar air galon warga Kampung Cikkuala, Kelurahan Langnga, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang.

Kapolres Pinrang melalui Kasat Reskrim Polres Pinrang Iptu Deky Marizaldi membenarkan terkait penangkapan pelaku pembunuhan.

“Setelah memeriksa saksi-saksi, akhirnya kurang lebih 3 jam pelaku pembunuhan kita amankan,” ucap Iptu Deky.

Lebih lanjut kata Deky, korban diduga dibunuh oleh AS (19) yang bekerja sebagai tukang galon. Jenazah ditemukan oleh suaminya saat pulang kerumahnya pada Minggu (17/6/2021), sekira pukul 12.30 Wita. Polisi kemudian tiba di tempat kejadian perkara (TKP) dan olah TKP, serta memasang garis polisi.

Di lokasi kejadian, ditemukan tiga pisau dapur dan satu gunting yang digunakan pelaku untuk membunuh korban. Korban pun mendapat beberapa luka benda tajam dari pelaku.

“Korban Sri Irmawati mengalami luka tusukan pada bagian pinggang kanan dan punggung belakang, serta luka bekas cakaran di leher, sementara korban Adri mengalami luka tusukan pada bagian leher sebelah kanan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Pinrang, depan penyidik.

Pelaku mengaku berniat memperkosa korban. Pelaku langsung diamankan, tak lama setelah korban ditemukan. Motif pembunuhan terhadap ibu dan anak itu disebut karena pelaku berniat untuk memperkosa si korban.

“Terduga pelaku sebagai pengantar galon masuk ke kamar kos milik korban untuk mengantar air galon dan melihat korban, pelaku bernafsu dan ingin memperkosa korban dengan cara langsung memegang tangan korban dan langsung mendorong badan korban sehingga terjatuh di tempat tidur,” ujarnya.

Korban melakukan perlawanan, sehingga pelaku mengambil pisau dapur yang ada di samping tempat tidur korban dan menikam korban sebanyak 2 kali.

“Dalam keadaan sudah ditikam, pelaku ingin melanjutkan perbuatannya yang ingin memperkosa korban namun anak korban keluar dari WC sehingga korban berbalik dan memukul perut anak korban yaitu Adri, kemudian kembali mengambil pisau yang lain dan menikam korban Adri sebanyak dua kali, setelah melakukan aksinya tersebut pelaku mengunci kamar korban dan membuang kunci kamar korban di sungai”.

Adapun luka-luka yang terdapat di tubuh korban Sri Irmawati Nur luka tusukan pada bagian pinggang kanan dan punggung belakang, serta luka bekas cakaran di leher korban.

Sementara putranya, Adri mengalami luka tusukan pada bagian leher sebelah kanan.
Barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara 3 buah pisau dapur dan 1 buah gunting.(tan/idj)


Pos terkait