Tingkatkan Imunitas Dengan Udara Segar Agar Terhindar Covid-19

ilustrasi (foto ist)

Oleh Muhammad Syahrir Gassa/ Dosen Jurusan Kimia FMIPA UNM

Peningkatkan ketahanan dan imunitas yang kuat dari setiap manusia diharapkan salah satunya adalah menyempatkan menghirup udara segar yang berasal dari alam sekitar pada waktu  subuh sampai pagi hari terutama di sekitar tanaman atau pepohonan yang berhijau daun.

Bacaan Lainnya

Kenapa harus di sekitar tanaman atau pepohonan yang berhijau daun karena tumbuhan ini mampu melakukan proses fotosintesis dengan memasak makanan pada daunnya sehingga menghasilkan oksigen yang dikeluarkan melalui stomata daun dengan bantuan sinar matahari.

Maka dengan hal tersebut udara segar pada subuh hari dan memungkinkan banyaknya oksigen di saat itu karena belum banyaknya kontaminan yang berterbangan di udara akibat berbagai aktifitas manusia berupa pembakaran sampah, pembakaran bahan bakar minyak bumi pada kendaraan bermotor dan aktivitas industri serta aktivitas lainnya. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW bahwa kita dilarang tidur ketika pagi hari.

Kajian secara ilmiahnya bahwa untuk memperoleh udara segar dengan suplay oksigen yang banyak dan bebas kontaminan haruslah di pagi hari, sehingga udara yang mengandung oksigen yang bersih tersebut dapat masuk ke saluran pernafasan kita terutama dalam paru-paru yang pada akhirnya berikatan dengan sel darah merah atau hemoglobin membentuk HbO2. Reaksi kimianya sebagai berikut:

Hb (hemoglobin)  + O2 (oksigen)                 HbO2  (hemoglobin oksida)

Zat yang terbentuk tersebut berupa hemoglobin mengikat oksigen kemudian dibawa ke jantung sehingga terpompa dan teredar ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen tersebut digunakan untuk membakar karbohidrat dan lemak untuk menghasilkan energi atau kalor. Salah satu jenis karbohidrat yang dibakar dalam tubuh adalah monosakarida berupa glukosa sesuai reaksi kimia berikut:

C6H12O6 (glukosa)  +  O2 (oksigen)                 CO2 (karbon dioksida) + H2O(uap air) + Energi/Kalor

Energi atau kalor yang dihasilkan tersebut digunakan untuk bergerak, berbicara, berdiskusi, berfikir, jalan-jalan kaki/olahraga  dan jenis kegiatan lainnya. Energi yang cukup yang tersedia dalam tubuh untuk melakukan aktifitas maka imunitas tubuh juga akan mengalami peningkatan.

Seseorang yang memiliki imunitas rendah karena kebutuhan energinya yang tidak tercukupi, maka pada saat itulah dengan mudah bakteri maupun virus misalnya virus Covid-19 akan menyerang tubuh melalui saluran pernafasan kita. Maka hal ini jika seseorang ingin beraktifitas yang tidak terlalu penting di luar rumah, maka sebaiknya diperlukan istrahat yang cukup di rumahnya masing-masing untuk menstabilkan imunitas tubuh dan meminimalkan penularan Covid-19.

Menurut Prof. Deby Vinski bahwa virus Covid-19 bukan hanya saluran pernafasan yang diserang tetapi menyerang hemoglobin dan beberapa organ tubuh lainnya secara perlahan (Elvira Anna Siahaan, 2020). Seseorang dapat menurun tingkat imunitasnya disebabkan kurangnya energi maupun kalor yang dimiliki, sehingga dalam meningkatkan imunitas mereka diperlukan sejumlah suplay berupa udara segar  dan makanan maupun minuman terutama yang mengandung gizi.

Hal ini sejalan dengan antisipasi Covid-19 dengan menurunnya imunitas dimana virus covid-19 yang sudah terlanjur menginfeksi  sel darah merah (hemoglobin) sehingga posisi oksigen yang terikat banyak dengan hemoglobin tersebut akan terkikis habis/rusak dan suatu saat sel darah merah akan mengental atau membeku sehingga memicu terjadinya sesak nafas karena kekurangan oksigen.

Selain hal tersebut karena di dalam hidung maupun tenggorokan sampai di paru-paru kita sudah banyak sekali virus covid-19 yang berkembang bahkan menimbulkan radang menyebabkan demam tinggi berkisar 37,5 derajat celcius pada tubuh sehingga tidak ada kesempatan alat pernafasan kita tersebut untuk dapat berfungsi normal.

Biasanya dalam saluran pernafasan kita tersebut sebagai reaksi melawan virus maka menghasilkan lendir berupa dahak yang segera dikeluarkan melalui saluran pernafasan kita berupa bersin atau batuk karena memberikan dampak yang serius dengan menghambat atau menyumbat saluran nafas sehingga kalau kebanyakan akan susah rasanya bernafas dan bisa memicu sesak nafas dan jika ada penyakit penyerta lainnya serta tidak tertangani dengan baik akan mengakibatkan kematian.

Oleh karena itu jika seseorang mengalami hal tersebut terutama sesak nafas maka hendaknya bersegera ke dokter atau layanan kesehatan terdekat untuk memperoleh penanganan yang lebih baik sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat menjadi minimal. Selain hal tersebut di atas dalam mempertahankan imunitas kita tetap stabil maka diharapkan jangan pernah menjadi stres sambil berdoa kepada Allah SWT semoga tidak terkena dampak Covid-19.

Sebagai pecinta lingkungan dan mengurangi perasaan stres akibat pandemi ini maka diharapkan setiap rumah atau tempat tinggal dapat menanam bunga di pekarangan rumah atau tempat tinggalnya, sehingga setiap pagi dan sore harinya dapat menikmati keindahan lingkungan pekarangannya sambil menghirup udara segar di sekelilingnya tetapi jika tidak memungkinkan dapat mencari tempat/lingkungan yang asri dimana udara segar bisa diperoleh, misalnya di pinggir pantai, tempat wisata alam, dan tempat-tempat jogging lainnya tetapi biasanya agak sulit memperoleh udara segar karena harus menutup hidung dengan masker jika pengunjungnya mulai banyak, sehingga haruslah pintar-pintar mensiasatinya. Semoga tulisan ini bermanfaat, aamiin allahumma aamiin.

Referensi:

Siahaan.E.A., 2020. Waspada Covid-19 Bisa Menyerang Hemoglobin dalam Tubuh. Berita Satu. www.beritasatu.com


Pos terkait