Touring Sambil Survei Destinasi Wisata Baru, ASITA Wajibkan Peserta Terapkan Prokes

STARNEWS.ID, MAKASSAR – Touring menggunakan sepeda motor tak hanya dilakukan oleh komunitas bikers. Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) Sulsel pun melakukan hal yang sama, Sabtu (13/2/2021).

Lokasi yang dituju kali ini, yaitu Kabupaten Barru. Selain untuk menikmati keindahan alam yang dilalui, touring serangkaian Road to Musda ASITA Sulsel tersebut juga sekaligus untuk melakukan survei ke beberapa titik yang berpotensi dijadikan destinasi (tujuan) wisata baru Barru.

Bacaan Lainnya

Sebelum berangkat, tim ASITA dan Celebes To Racing Bikers perlu melakukan persiapan matang terlebih dulu. Tak hanya memastikan kondisi motor, peralatan pendukung penerapan protokol kesehatan (Prokes) juga perlu diperhatikan. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Tak lupa, sarapan pagi agar stamina tubuh tetap fit selama perjalanan menggunakan motor. “Tentu saja banyak (persiapan), terutama prokes ya. Jadi semua anggota wajib menerapkan protokol kesehatan dan keamanan bermotor,” jelas koordinator touring ASITA, Sahabuddin.

Rombongan sebanyak 30 orang itu pun memulai perjalanan dari Kafe Kopi Kebun di kompleks perumahan Mustika Mulya, Kecamatan Panakkukang, Makassar, sekitar pukul 08.00 WITA.

Perjalanan sedikit terganggu dengan hujan. Namun rupanya itu tidak jadi penghambat bagi rombongan touring menuju ke Barru.

 

Direspon Dinas Pariwisata Barru

Melalui terjangan hujan, rombongan Road to Musda pun tiba di persinggahan pertama, yakni Museum Lembaga Adat Arung Tuwung di Jl Sunu, Barru. Mereka disambut langsung oleh Analisa Pariwisata dan Kerja Sama Dinas Pariwisata (Dispar) Barru, Amiruddin.

“Terimakasih atas kedatangan ASITA, karena ini sangat berdampak besar bagi pariwisata kabupaten Barru ke depannya,” ujar Amirudin.

Analisa Pariwisata dan Kerja Sama Dispar Barru, Amiruddin. (FANDY/starnews.id)

Ia pun berharap, Barru bisa menjadi salah satu destinasi wisata di Sulsel dengan berintegrasi ASITA

“Dengan kehadirannya ASITA di sini, bisa menjadikan Barru suatu kemasan paket wisata baru untuk ASITA itu sendiri,” harap dia.

Di tempat yang sama, Ketua Lembaga Adat Arung Tuwung, Andi Kurniawati menjelaskan bahwa museum ini telah dibuka secara umum oleh Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Secara umum sudah buka. 14 negara telah hadir melihat dan dibawa oleh Dinas Pariwisata, Namun secara teknis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Namun ini masih kurang dipublikasi,” bebernya.

Ketua Lembaga Adat Arung Tuwung, Andi Kurniawati. (FANDY/starnews.id)

Puang – sapaannya, berharap ada sentuhan dari pemerintah setempat guna lebih mengembangkan museum atau disebut juga Rumah Adat Arung Tuwung.

Diketahui, Rumah Adat Arung Tuwung merupakan aset milik tokoh masa lalu, Tung atau disapa Nenek. Selanjutnya dijaga oleh keturunannya secara turun temurun. Sedangkan bangunan ini berdiri pada tahun 1898 dan telah dipakai oleh pemerintah Belanda pada zaman kolonial. (fan-fad/dam)


Pos terkait