Unjuk Rasa Mahasiswa IAI DDI Polman, Protes Pungutan di Kampus

Unjukrasa mahasiswa IAI DDI Polman, yang memprotes kebijakan kampus yang terus menaikan sejumlah item pembayaran. (foto alim/starnews.id)

STARNEWS.ID, POLMAN – Puluhan Mahasiswa Insitutut Agama Islam Darud Dakwah Wal Irsyad (IAI DDI) Polewali Mandar (Polman) berunjuk rasa dengan membakar ban bekas, Senin, (22/6/2020). Mereka memprotes kebijakan kampus terkait pungutan pembayaran biaya pengambilan ijazah.

Dalam aksi tersebut, selain mahasiswa yang masih aktif kuliah, alumni IAI DDI Polman juga turut meneriakkan dugaan pungutan sebanyak Rp300 ribu yang dilakukan pihak kampus.

Bacaan Lainnya

Salah seorang alumni, Hirmawati mengungkapkan sangat prihatin dengan adik-adik juniornya yang masih kuliah. Jangan sampai mengalami nasib yang sama dengan mereka yakni pembayaran ujian akhir yang terus naik.

Wakil Rektor menjelaskan tuntutan mahasiswa terkait sejumlah pembayaran di kampus tersebut. (foto alim/starnews.id)

“Kami seperti dijadikan lahan untuk mendapatkan uang, pembayaran ujian akhir terus naik. Sebelumnya pembayaran ujian akhir Rp2,7 juta, sementara angkatan saya Rp3 juta 50 ribu ditambah lagi kami harus membayar Rp. 300 ribu,” sesal Hirmawati.

Mahasiswa meminta pihak kampus memberikan penjelasan dasar hukum yang diambil, dalam menentukan kebijakan pembinaan Rp300 ribu dan katanya uang itu untuk biaya tanda tangan.

Alwi, mahasiswa yang sudah semester akhir juga mempertanyakan kenaikan pembayaran ujian akhir yang terus naik setiap tahunnya.

“Inilah yang membuat calon mahasiswa tidak mau masuk ke sini karena pembayaran terus naik. Sementara fasilitas tidak diperbaikai dan uang ujian tahun ini kami tanyakan kenapa naik lagi Rp500 ribu dari tahun sebelumnya Rp3 juta 50 ribu.” terang Awal.

Di tempat yang sama, Mirwahyu mahasiswa yang masih aktif menyampaikan dua poin tuntutan berkaitan dengan adanya pandemi covid 19.

Pertama, meminta agar kampus memberikan kebijakan pengurangan SPP bagi mahasiswa yang terdampak covid 19. Kedua mempertanyakan kesiapan kampus dalam menghadapi New Normal.

Wakil Rektor IAI DDI Polman, Rivai Maduangi menyampaikan terkait dengan kesiapan menghadapi New Normal, kampus akan menyiapkan sarana cuci tangan.

Sementara kebijakan pembayaran Rp300 ribu untuk pengambilan ijazah itu adalah kebijakan dari rektor, sehingga apa yang disampaikan mahasiswa akan disampaikan kepada rektor langsung.

“Kita sudah mulai berbenah untuk persiapan New Normal, namun sabunnya selalu hilang dan kuliah daring tidak semua mahasiswa dapat mengikuti proses tersebut karena banyak yang tinggal di pelosok,” terang Warek IAI DDI Rivai Maduangi.

Terkait uang ijazah dijelaskan jika setiap tahunnya ada, dan setiap tahunnya kebutuhan lembaga berbeda sehingga pembayarannya kadang termasuk, kadang juga tidak.

“Pembayaran Rp3juta 50 ribu itu memang belum masuk untuk pembayaran ijazah, namun tahun ini akan kita bicarakan apakah bisa include dan uang Rp300 ribu itu untuk uang tanda tangan.” terang Rivai Maduangi. (lim/uba)

Pos terkait