Waduh! Tandem Petahana Gagal Berkompetisi di Pilkada Barru Akibat Narkotika

STARNEWS.ID, BARRU — Seorang kandidat calon wakil bupati (Wabup) mesti mengubur impian menuju Pilkada 2020 Barru. Akibat tidak memenuhi syarat (TMS) kesehatan.

Kandidat yang bersangkutan, Andi Mirza Riogi dinyatakan tidak memenuhi syarat maju Pilkada 2020 Barru lantaran terindikasi positif narkotika. Dia sedianya berpasangan dengan petahana, Suardi Saleh.

“Andi Mirza Riogi Idris dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai calon Wakil Bupati Barru dikarenakan positif Narkotika,” ungkap Ketua KPU Barru, Syarifuddin H Ukkas, Minggu (13/9/2020).

Syarifuddin menegaskan, kandidat yang positif narkotika secara otomatis tidak bisa melanjutkan ke tahapan selanjutnya.

“Konsekuensi bagi Andi Riogi yang telah dinyatakan TMS sebagai calon wakil bupati, yaitu diskulifikasi sebagai kandidat,” tegasnya

Ia pun menyatakan, partai pengusung masih punya kesempatan untuk secepatnya mencarkan figur penggantinya.

“Makanya kita kembalikan ke partainya. Partai pengusung itu tentu yang akan bermufakat untuk mengusung kembali siapa untuk mengganti calon yang dinyatakan TMS tadi,” ujarnya.

Menurut Sarifuddin, tetap harus mulai lagi untuk memenuhi syarat pencalonan, seperti model BKWK dan B1.KWK. Penggantian calon terkait itu harus ada sebelum penetapan paslon, pada 23 September nanti.

Sebagai informasi, pasangan Suardi Saleh-Andi Mirza Riogi diusung 4 parpol yakni NasDem, PDI-Perjuangan, PKS, dan Demokrat dengan total 11 kursi.

“Tentu partai pengusung memasukkan nama ke kami. Lalu kami verifikasi syarat pencalonannya. Setelah syarat pencalonannya memenuhi syarat, maka kami selanjutnya akan pemeriksaan kesehatan kepada yang bersangkutan,” jelas Sarifuddin.

Dijelaskan, keputusan tersebut berdasarkan PKPU Nomor 1 dan 6 yang menyatakan bahwa pergantian calon karena kesehatannya bermasalah, meninggal dunia atau mempunyai kemampuan yang terbatas. Kendati begitu, hal ini diharapkan tidak menggangu jalannya tahapan pilkada.

“Seharusnya tidak mengganggu. Tidak ada penambahan waktu. Kita sudah ada waktu penetapan 23 September,” katanya.

Seperti diketahui sebelumnya, beberapa kandidat calon peserta Pilkada 2020, termasuk untuk di Barru telah menjalani tes kesehatan di Private Care Center (PCC) RSU DR Wahidin Sudirohusodo, 10-11 September.

Ketua tim pelaksanaan pemeriksaan kesehatan pasangan calon kepala daerah, Prof dr Mansyur Arif menyatakan, dari 31 pasangan calon kepala daerah yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan, terdapat salah seorang pasangan ditemukan menggunakan narkotika.

“Ada yang tidak memenuhi syarat. Karena, alasan laporan dari BNN karena dia positif narkotika,” ungkap Prof Mansyur Arif, Minggu (13/9/2020).

Menurut dia, kandidat yang bersangkutan positif narkotika. Sehingga dipastikan pasangan tersebut tidak memenuhi syarat untuk bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020. Pemeriksaan ini pun tidak bisa diulang kembali. (dam)

Terkait