Wakil Bupati Pinrang Terima Kunjungan Tim Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Selatan

STARNEWS.ID, PINRANG -Wakil Bupati Pinrang, Alimin terima kedatangan Tim Ombudsman RI terkait Investigasi pupuk Subsidi. Menurut perwakilan ombudsman RI Sulsel, pupuk bersubsidi merupakan kebutuhan dasar bagi para petani, terutama untuk para petani sawah yang ada di Kabupaten Pinrang. Namun saat ini berdasarkan kenyataan di lapangan, pupuk subsidi menjadi barang yang langka bagi petani.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan kenyataan tersebut, Tim Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Selatan turun berkunjung ke Kabupaten Pinrang, Senin (26/4/2021) melakukan investigasi guna menemukan akar permasalahan terkait kelangkaan pupuk subsidi ditingkat pengecer dan petani.

Wakil Bupati Pinrang, Alimin yang menerima langsung kedatangan tim investigasi Ombudsman RI perwakilan Sulsel, diantaranya, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Andi Tjalo Kerrang, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Pabiseangi, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan, Ilyas, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, M. Abduh, Kabid PSP, Nuraini, Kabid Penyuluhan, M. Syukur, Kepala BPP, Ketua KTNA Kabupaten Pinrang, Distributor Pupuk dan Pengecer serta beberapa petani.

Wakil Bupati berharap akan ada solusi untuk petani yang bisa dicapai terkait permasalahan ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Pinrang.

“Beberapa musim terakhir, yang menjadi persoalan utama bagi petani kami adalah langkanya pupuk subsidi,”kata Alimin.

Hal itu disebabkan karna adanya ketidak seimbangan antara kebutuhan pupuk dan ketersediaannya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Andi Tjalo Kerrang ikut membenarkan, bahwa masalah utama yang di hadapi petani di Kabupaten Pinrang saat ini adalah ketersediaan pupuk subsidi yang tidak sesuai dengan permintaan jumlah kebutuhan dalam E-RDKK yang diusulkan.

Andi Tjalo juga memaparkan secara singkat melalui powerpoint di depan Tim Ombudsman tentang data kebutuhan dan tantangan dalam penyediaan pupuk subsidi di Kabupaten Pinrang.

“Kebutuhan Petani di Kabupaten Pinrang berdasarkan permintaan E-RDKK tahun 2020 untuk Urea adalah 24.109,07 ton, namun yang disetujui hanya 22.984,00 ton, artinya ada kekurangan sekitar 9 ribu ton.” jelasnya. (*/tha)


Pos terkait