Warga Desa Tanakaraeng Sambut Gembira TMMD Ke 110 Kodim/1409 Gowa

Suasana para prajurit melakukan pengecoran pengerjaan jembatan di lokasi TMMD ke-110. (foto slamet basirun/starnews.id)

STARNEWS.ID, GOWA – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 kodim 1409/Gowa merupakan program tahunan pihak TNI Angkatan Darat dalam hal pembangunan di berbagai sektor. Khususnya di daerah pedesaan yang dianggap masih membutuhkan sarana infrastruktur. Program TMMD ke-110 ini, mendapat sambutan hangat dari warga Desa di Tanakaraeng, khususnya yang berada di Dusun Tanakaraeng dengan jumlah kepala keluarga 200 Kepala Keluarga (KK).

Program TMMD ke-110 yang dilaksanakan di Kampung Allu, Dusun Tanakaraeng Desa Tanakaraeng, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa memasuki hari ke enam. Dimana saat ini anggota TNI yang terlibat dalam program TMMD mulai melakukan pengecoran jembatan.

Bacaan Lainnya

Memasuki hari keenam, TMMD para prajurit TNI-AD terlihat bersemangat membangun jembatan yang sudah lama dinantikan masyarakat setempat. (foto slamet basirun/starnews.id)

Dimana jembatan tersebut nantinya menghubungkan Desa Barugayya Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar dan Desa Bissoloro Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa. Program TMMD ini ditargetkan rampung selama 30 hari dan rencananya Asisten Operasi Kepala Staff TNI Angkatan Darat, Mayjen TNI Surawahadi mantan Pangdam XIV Hasanuddin akan mengunjungi lokasi TMMD ke-110 untuk melihat secara langsung progres yang telah dicapai dalam program TMMD ke-110 tersebut.

Proyek pengerjaan ini mengeluarkan dana anggaran APBD dari Pemda Kabupaten Gowa sebesar Rp2 miliar, dimana sejumlah pembangunan infrastuktur di Dusun tersebut dibangun. Seperti pembangunan dua jembatan yang berada diatas aliran sungai, pengerasan jalan sejauh satu kilometer, pembuatan mck dirumah warga jugatermasuk pembuatan 5 plat dekker.

Selain pembangunan fisik juga program sasaran non fisik seperti tempat penyuluhan narkoba, kesehatan dan beberapa penyuluhan lain yang bermanfaat bagi warga di lokasi TMDD.
Program yang dianggarkan dari APBD Kabupaten Gowa sebesar Rp2 miliar ini, menjadi tanggungjawab bersama. Dimana pengawasannya langsung dipimpin Danrem 141/Toddopuli Brigjen Djashar Djamil yang bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan pekerjaan ini sesuai dengan yang diharapkan.

Sementara jumlah personil yang dilibatkan dalam kegiatan TMDD kali ini sebanyak 150 orang yang terdiri dari 1 Satuan Setingkat Peleton (SST) Divisi Kostrad, 1 SST Yonif 726 Tamalate, 1 regu TNI Angkatan Udara, 1 regu personil Kepolisian dari Polres Gowa serta pihak Satpol PP Pemda Kabupaten Gowa sendiri yang merupakan kolaborasi antar instansi.

Sedikitnya 150 prajurit terlibat dalam TMMD, yang diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan warga setempat jika jembatan dan prasarana lainnya rampung dikerjakan. (foto : slamet basirun/starnews.id)

Danrem 141/Toddopuli Brigjen Djashar Djamil berharap program TMDD ke 110 ini akan meningkatkan kesejahteraan warga. Dimana sebagian besar warga di lokasi TMDD bekerja sebagai petani. Sehingga jika program tersebut rampung maka pertumbuhan ekonomi meningkat.

“Warga desa yang umumnya petani tidak mengalami kesulitan dalam hal menjual hasil pertaniannya ke kota. Dimana lokasi TMDD ini berbatasan dengan Kabupaten Takalar. Dan saya akan tetap melakukan pengawasan untuk memantau sejauh mana progress dari kegiatan TMDD ke 110 ini” ujar Brigjen TNI Djashar Djamil.

Sementara itu antusias dan rasa senang dengan adanya program TMDD ke 110 TNI AD, disampaikan sampara yang menjabat sebagai Kepala Desa di Tanakaraeng.

“Kami sangat senang dengan adanya program TMMD ke 110 TNI AD di desa kami. Terkhusus yang berada di dusun ini. Dimana selama ini warga kami yang umumnya merupakan petani, ke depannya tidak kesulitan menjual produk hasil tani jagungnya. Saat ini warga kami menjual hasil jagung ke kota Takalar dan Gowa masih memakai kuda dan sebagian motor,”ungkap Sampara, Kepala Desa Tanakaraeng.

Sampara menambahkan dengan adanya TMMD, akan sangat membantu warga di desanya, yand sudah lama menantikan adanya pembangunan.

”Dengan kondisi jalan yang masih berlumpur dan harus melintasi dua anak sungai. Tentu menjadi kendala waktu bagi warga kami. Namun dengan kegiatan TMMD ini. Tentu akan meringankan para petani dalam hal pendistribusian hasil tanamannya ke kota. Saya pribadi mewakili seluruh warga menyampaikan banyak terimakasih kepada bapak bapak tni, yang tanpa mengenal lelah melakukan pembangunan jembatan serta pengerasan jalan. Termasuk pembuatan MCK dan plat dekker di wilayah kami. Sekali lagi terimakasih” tutur Sampara. (*/slamet basirun)


Pos terkait